RSS

Arsip Kategori: sosial budaya

MEMAHAMI MAKNA “SYUKUR” DAN “BERKAH”

Indonesia kaya akan khazanah budaya dan tradisi yang turun menurun selalu diwariskan oleh nenek moyang dahulu, perkembangan zaman dan majunya teknologi ternyata tidak membuat beberapa tradisi yang dilakoni oleh sebagian masyarakat di daerah ditinggalkan begitu saja.

Contoh saja seperti tradisi lempar nasi atau lebih dikela dengan sebutan nyadran sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Desa Plnglor, kecamatan kedunggalar, dalam ritual itu warga saling lempar nasi yang terbungkus pisang dan jati.

Menariknya meski kerap terjadi kontak fisik tidak menyulut emosi dan rasa permusuhan. Sebaliknya mereka malah tampak kompak. Biasanya orang yang ingin menyaksikan nyadran menyebutnya perang nasi.

Ritual adat perang nasi ini merupakan bentuk rasa syukur warga yang mayoritas petani atas hasil panen selama setahun. Kegiatan ini diadakan ketika panen kedua. Beberapa tahun terakhir nyadaran Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2012 in sosial budaya

 

Tag: , , , , , ,

Wayang Wong Di Tengah Pusaran Kebudayaan Modern

Siapa yang tidak kenal Indonesia negera yang kaya akan khasanah budaya bangsa. setiap daerah menyumbangkan bermacam-macam budaya yang mempunyai cirri khas tersendiri, salah satunya adalah wayang wong yang berasal dari jawa tengah. Wayang wong tak kalah menarik dengan pertunjukan hiburan kesenian lain, bahkan lebih terasa istimewa. sebab kita dapat menikmati cerita sambil melihat keindahan penari.

Pada dasarnya cerita atau peran yang ditampilkan dalam pertunjukan wayang wong, tidak berbeda jauh dengan kesenian wayang kulit. karena dalam pagelarannya atau ceritanya menggunakan pakem yang berpangkal dari serat Ramayana dan Mahabarata. jika dalam wayang kulit peran itu ditampilkan dalam sosok wayang, maka dalam wayang wong lakon atau peran semacam itu dibawakan oleh orang (wong dalam bahasa jawa). tugas dalam dalam wayang wong pun tak jauh berbeda dengan wayang kulit. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 29, 2012 in sosial budaya

 

Tag: , , ,

Dialektika Tradisi Budaya Bangsa (Refleksi Kebangkitan Nasional)

Oleh : Hamam Burhanuddin

Ini adalah suatu penglihatan terhadap permasalahan pembentukan bangsa. Disebut juga bina bangsa, baik dalam pengertian nation building maupun nation formation. Khususnya, hal ini dilihat pada kasus bangsa Indonesia. Suatu bentukan bangsa baru atas dasar persatuan sebuah bangsa atau kelompok etnik.

Boleh dikata, Indonesia lahir dari rahim Islam, tradisi budaya di nusantara secara umum terbentuk melalui perkawinan antara budaya  lokal dan Islam. Semisal di Minangkabau, bagaimana konsepsi pendidikan Islam begitu pesat. Sesuai tercatat sejarah, praktisi pendidikan kita sedikit banyak tertelurkan dari tanah Buya Hamka tersebut. Ahmad Dahlan, tokoh pendiri Muhammadiyah dengan rasionalisasinya berhasil merubah tatanan masyarakat klenik di daerah pesisir selatan menjadi berwatak modern. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 21, 2012 in sosial budaya

 

Tag: , , , , ,

Sastra Membentuk Jati Diri Bangsa

Oleh: Hamam Burhanuddin

Emosi bisa dibangun berdasarkan kesadaran diri semakin terbuka kita pada emosi maka semakin terampil kita membaca perasaan. Kesadaran diri itu sangat diperlukan untuk mengontrol pribadi yang sangat sensitif. Dan pada orang yang sadar diri akan tercipta sebuah daya dari dalam dirinya karena adanya sifa peka, sebab pada kecermalangan akan memberikan solusi dengan tepat. Emosi tak pernah diungkapkan melalui kata-kata, tapi melalui luapan-luapan perbauatan tingkah. Emosi itu sering diluapkan pada isyarat tidak dengan perbuatan, kunci memahami emosi itu adalah mampu membaca pesan non verbal (pesan yang berupa kita ucapkan atau kata-kata) sebaliknya emosi seseorang bisa kita pahami lewat nada bicara, gerak-gerik ekspresi wajah (mimik) dan sebagainya. (Daniel Goelman)

Pendidikan adalah pencerahan (Daniel Goleman) maka boleh dikata pendidikan adalah salah satu kekuatan pandawa lima bangsa. Penerepan sistem pendidikan dari tahun ketahun mengalami perubahan untuk berkembangan mutu pendidikan dan mencetak aset bangsa yang lebih baik.

Mengajarkan pendidikan melalui bahasa merupakan suatu hal yang tidak bisa di tawar-tawar lagi, terutama bahasa persatuan Indonesia yakni bahasa Indonesia. Ada hal yang perlu dikritisi ketika sekolah mengajarkan pendidikan bahasa ini, pelajaran bahasa Indonesia seperti menulis, membaca dan tata bahasa sudah bisa diterapkan namun hanya menggunakan unsur kognitif dan psikomotorik saja. Ada satu bahasa yang kurang di perhatikan yang termasuk dalam bahasa Indonesia yakni sastra. Untuk sebagian sastra ini meliputi tiga unsur di unsur yang ketiga yaitu afektif sering dilupakan sehingga penyampaian dan penerapan kurang sempurna. Dalam sastra butuh kecerdasan penuh, keahlian dan perasaan. Bagaimana pengungkapan akan sampai pada subtansi bila perasaan tidak digunakan.

Tidak banyak kita jumpai di beberapa lembaga pendidikan tentang pentingnya menerapkan sastra dalam arus dominan mata pelajaran, pelajaran sastra kurang sempurna. Walaupun pemerintah berteriak-teriak pentingnya kebudayaan bangsa yang harus dikenalkan pada siswa di sekolah, Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 20, 2012 in sosial budaya

 

Tag: , , ,

DARI MULTIKULTURAL, STUDY KROSSKULTURAL MENUJU TRANSKULTURAL

Oleh: Hamam Burhanuddin

Kita orang Islam belum mampu menerjemahkan kebenaran ajaran Islam dalam suatu program pencapaian. Antara ultimate values (nilai-nilai pokok –Red.) dalam ajaran Islam dengan kondisi sekarang memerlukan penerjemahan-penerjemahan. Dan ini tidak disadari. Karena seperti itulah kita menjadi orang yang selalu ketinggalan dalam usaha pencapaian dan cenderung ekslusif. (Ahmad Wahib 17 Januari 1969)

Membahas tentang multikulturalisme menjadi hal yang tidak akan habisnya, kalau melihat secara geografis sejak zaman dahulu kita kenal bahwa Nusantara ini memiliki format Asia dan Australia. Dari Samudra Hindia dan Pasifik, nusantara ini tempat bertemunya beragam kebudayaan, jadi tempat lintas kultural.

Jawa sebagai salah satu kepulauan Nusantara memiliki kemampuan untuk akulturasi dan inkulturasi sejak zaman dahulu, sebagai Negara kepulauan jelas Nusantara memiliki pertukaran budaya yang sangat  besar, contoh sederhana seperti bahasa sangsakerta, kemudian sangsakerta dijawakan menjadi jawa kuno, lahir sutawa, prapanca.

Contoh lain dalam hal makanan yang berasal dari Cina yang dijawakan seperti Bakpia Patok Jogja, Lumpia Semarang Bakso Wonogiri itu semua berasal dari Cina, tapi bila kita cari Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 17, 2012 in sosial budaya

 

Tag: , , , , ,

MULTIKULTURALISME : Dari Wacana Mengawal Consciousness Massa

Oleh: Hamam Burhanuddin

Budaya adalah sebuah sistem yang mempunyai bentuk-bentuk simbolis beruapa kata benda, laku, mite, sastra, lukisan, nyanyian, musik dan kepercayaan. Semua itu berkaitan erat dengan konsep-konsep epistemologis dari sistem pengetahuan masyarakat. Sistem simbol dari epistemologi juga tidak terpisahkan dari sistem sosial yang berupa stratifikasi, gaya hidup, sosialisasi agama, mobilitas sosial, organisasi kenegaraan dan seluruh perilaku sosial. Sistem budaya sebenarnya penuh dengan kompleksitas yang tidak mudah dipahami secara sekilas.

Ernest Cassirer, ahli antropologi, dalam bukunya “An Essay on Man”, secara jitu memaparkan bahwa dalam pengalaman perjalanan sejarah manusia kita sekali-kali tidak pernah menjumpai adanya harmoni diantara berbagai kegiatan budaya manusiawi. Bahkan sebaliknya, kita saksikan pertarungan terus menerus antara berbagai kekuatan yang saling bertentangan.

Tidak hanya sampai disitu demikian Cassireer, Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 16, 2012 in sosial budaya

 

Tag: , , , , ,

RADIKALISME DAN DOKTRIN AGAMA

Oleh: Hamam Burhanuddin

Masih teringat jelas beberapa kejadian kekerasan yang terjadi di negeri kita, beberapa bulan yang lalu, seperti kasus penyerangan warga masyarakat Solo oleh sekelompok orang tertentu, bahkan yang terakhir adalah pembubaran diskusi ilmiah Irsyad Manji di Jakarta, sungguh tragis bila kita membaca berita-berita tersebut.

Beberapa kejadian tersebut patut kita pertanyakan kembali, kita hidup di Negara pancasila, yang menjunjung tinggi nilai Bhineka Tunggal Ika, memiliki kebudayaan, suku dan agama yang berbeda-beda. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah layakkah kita disebut sebagai Negara pancasila yang mengakui kebebasan setiap warganya?

Kita semua tahu bahwa aksi kekerasan jauh lebih menakutkan, Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2012 in sosial budaya

 

Tag: , , ,