RSS

Arsip Kategori: Kajian Islam

Theo-Philosophical Movement (Gerakan Falsafah Kalam)

Hamam Burhanuddin

Kita orang Islam belum mampu menerjemahkan kebenaran ajaran Islam dalam suatu program pencapaian. Antara ultimate values (nilai-nilai pokok – Red.) dalam  ajaran Islam dengan kondisi sekarang memerlukan penerjemahan-penerjemahan. Dan ini tidak disadari…. Karena seperti itulah kita menjadi orang yang selalu ketinggalan dalam usaha pencapaian dan cenderung ekslusif. (Ahmad Wahib: 17 Januari 1969)

***

Pada awal abad ke-19 kita menyaksikan bahwa agama hampir saja tergempur oleh kemajuan ilmu pengetahuan sehingga seolah agama harus ditinggalkan dan tidak lagi relevan dianut, maka dalam mengakhiri abad ke-20 dan memasuki abad ke-21 ini tampaknya agama mendapatkan tempat kembali untuk ditoleh oleh segenap ilmuwan. Berbagai respons positif yang cukup besar bisa dilihat dari kalangan para ilmuwan yang berlatar ilmu eksak yang justru secara strict mereka memberikan ruang cukup besar bagi agama sehingga mereka yang  berlatar ilmu eksak tersebut, bisa mengembangkan nilai-nilai keagamaan dari tradisi disiplin ilmunya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah, apakah mereka yang berlatar belakang ilmu eksak tersebut karena Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 10, 2012 in Kajian Islam

 

Tag: , ,

KECENDRUNGAN BERAGAMA YANG SKRIPTUALIS

Oleh Hamam Burhanuddin

Satu kecenderungan bagi para pemeluk agama-agama adalah adanya tafsiran dan akutalisasi dari ajaran-ajaran kitab sucinya secara scriptural. Selain corak dan gaya semangat keberagamaan semacam ini bisa terkesan lebih mementingkan, bahkan hanya memberikan ajaran agama yang dianutnya saja tanpa melirik sedikit pun kepada ajaran agama lain yang berbeda, karena dianggapnya sebagai sesat dan salah karenanya tidak mendapatkan tempat di dunia ini juga karenanya menjadi sangat ideologis. Kenyataan semacam ini mudah dimaklumi, mengingat gerakan ini seolah bertujuan menyingkirkan ajaran agama-agama lain karena tidak layak hidup dan tidak layak diaktualisasikan di bumi ini.

Gerakan semacam ini akan terlihat pada setiap pemeluk agama pada tingkat kognisi tertentu. Karena bagi mereka yang beraliran seperti ini memiliki Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 26, 2012 in Kajian Islam, Opini

 

Tag: ,

Dialektika Teologis

Oleh: Hamam Burhanuddin

Karen Armstrong, seorang sarjana teologi dan memilih jalur hidupnya sebagai suster, setelah beberapa tahun mengabdi pada gereja akhirnya berubah secara drastik pandangan teologisnya. perubahan yang bernada protes ini amat dirasakan ketika ia berkunjung ke Yerusalem dan didapatinya di sana peninggalan peradaban Islam yang dinilai sangat tinggi namun selama ini tak pernah diceritakan oleh guru-gurunya semasa Armstrong duduk dibangku kuliah maupun mengikuti ceramah-ceramah agama di gereja. rasa kesal, kecewa dan perasaan ditipu oleh guru-guru yang mengajarnya ditebusnya dengan cara sendiri. maka Karen Armstrong melakukan riset kepustakaan mengenai agama-agama besar yang ada, terutama Yahudi, Nasrani, dan Islam. kegelisahan dan pengembaraan intelektualnya yang berlangsung secara intens itu lalu dituangkannya dalam sebuah buku yang ia beri judul Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 16, 2012 in Kajian Islam

 

Tag: ,

Berbagi Perspsektif Dalam Satu Tubuh “Islam”

Ketika diturunkan dalam konteks zamannya, Islam pada dasarnya merupakan  gerakan spiritual, moral, budaya, politik, serta sistem ekonomi alternatif. Tentu saja, alternatif terhadap sistem dan budaya Arab yang waktu itu tengah mengalami pembusukan dan proses dehumanisasi. Selain itu Islam juga lahir sebagai jalan pembebasan dan kemanusiaan dari dua kekuatan global zamannya, yakni kekuasaan Romawi di Barat dan Bizantium di Timur. Namun, semangat alternatif lslam ini tak bertahan lama, seperti ditunjukkan dalam perjalanan sejarah. la mengalami pasang-surut sampai akhirnya sulit  mempertahankan watak sebagai gerakan altematif. Masyarakat Islam justru kini menjadi pihak yang disoroti oleh setiap orang, saat membicarakan proses dehumanisasi, ketidakadilan gender, pandangan intoleran, dan sebagainya. Islam tiba-tiba kehilangan citra diri sebagai pewaris gerakan pembebasan dan penegak keadilan, apalagi gerakan altematif terhadap sistem dan ideologi dehumanisasi masa lalu. Pertanyaannya kemudian, apakah Islam akan dapat mempertahankan citra dan visi spiritual sebagai penebar rahmat, Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2012 in Kajian Islam

 

Tag: , , ,

Sufi Pluralis Teolog Toleran

Pluralisme agama selamanya tidak akan memperoleh kata sepakat. Ada yang begitu semangat membela dan mengusung konsep tersebut. Ada pula yang sama sekali menolak konsep itu, karena bertentangan dengan pemahaman mereka terhadap Islam. Di samping juga ada yang menerima konsep itu namun dengan batasan-batasan yang menurut mereka bisa ditolerir. Perbedaan tersebut dikarenakan perbedaan persepsi dan penafsiran terhadap ajaran Islam.

Terlepas dari berbagai perbedaan tersebut, pluralisme biasanya dikategorikan ke dalam kajian teologi modern. Secara historis tidak bisa dipungkiri bahwa munculnya pluralisme agama memang berasal dari disiplin ilmu teologi. Mengenai hal itu, perlu diperhatikan bahwa konsep teologi dan fakta historisnya justru bertentangan dengan ide pluralisme yang mengandung toleransi tingkat tinggi. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 8, 2012 in Kajian Islam

 

Tag: , , , ,

Agamamu, Agamaku, Agama Kita Semua

Dalam perspektif agama orang yang beragama memiliki kebebasan hak untuk menentukan, memilih dan memilah agama yang dianutnya. Agama merupakan hak priogatif tiap individu, dalam beragama kadang orang berlandaskan kepada keyakinan.

Keyakinan untuk memeluk agama yang dipercayai bisa memberikan keselamatan bagi dirinya sendiri maupun keselamatan bagi orang lain.  Tidak sepatutnya orang yang beragama selalu menyalahkan terhadap agama yang lain bahkan membuat klaim kebenaran Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 4, 2012 in Kajian Islam

 

Tag: , , ,

Sufisme Pasca-Modernism

“Kita kaum pembaharu muslim masih terlalu banyak menoleh kebelakang. Kita masih telalu sibuk melayani serangan-serangan dari orang-orang muslim tradisional. Kalau ini sampai berjalan lama dan menjadi kebiasaan, saya kuatir kaum pembaharu akan terlibat dalam apologi bentuk baru, yaitu apologi terhadap ide-ide pembaharuan (yang sudah ada) melawan kaum tradisional.(Catatan Ahmad Wahib 10 April 1972)”

Fenomena baru yang sangat menarik di era post-modern adalah bermunculannya tarekat kesufian wadah pendidikan mistik keislaman. Bahkan bermunculan di tempat yang tidak diduga sebelumnya, seperti di Manhattan dan new York, pusat kajian sufisme lengkap dengan sufi “bookstore” di Indonesia sendiri dalam beberapa tahun terakhir ini gejala munculnya penghayatan sufisme ke panggung kehidupan keagamaan juga tersirat sangat jelas. Media masa sering melaporkan bahwa literature sufisme laris dipasaran. Kursus-kursus tasawuf bagi kalangan sosial menengah keatas yang diselenggarakan oleh lemabga semacam LSAF lembaga studi agama dan filsafat LSAF Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf LEMBKOTA dan Paramadina menarik minat cukup tinggi, terutama kaum kota yang terdidik secara modern. Bahkan salah satu TV swasta menyelenggarakan “Talk Show” sufisme yang menyedot banyak pemirsa. Kehidupan sufistik ini juga merambah kedunia penyiaran.

Sayyed Husain Naser dalam suatu surveinya menyimpulkan bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini terjadi peningkatan singnifikan dalam minat terhadap sufisme, Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2012 in Kajian Islam

 

Tag: , ,