RSS

RADIKALISME BUKAN SOLUSI

12 Sep

Persoalan terorisme kembali menjadi bahan bacaan yang hangat untuk dibicarakan dan dikaji pada saat ini. Hal ini disebabkan serangkaian aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang yang biasa disebut dengan kelompok radikal.

Radikalisme bukanlah menjadi hal yang baru dalam kehidupan sekarang ini, sejarah telah membuktikan sejak zaman dahulu semasa rasulullah pun sudah sering ditemukan sekolompok orang yang biasa dikatakan radikal.

Tumbuhnya radikalisme ini disebabkan oleh banyak hal, salah satu faktor munculnya radikalisme adalah munculnya kekecewaan dari sebagian kelompok yang tidak terima atau merasa terdholimi terhadap sistem pemerintahan yang sudah amburadul.

Faktor lain juga, misalnya keinginan untuk melakukan sebuah perubahan tetapi dengan jalur kekerasan dan tidak mengindahkan aturan atau norma-norma hukum yang berlaku, sehingga mereka melegalkan cara kekerasan ini sebagai jalan terbaik untuk melakukan perubahan.

Beberapa hal tersebut diatas sebenarnya suatu tindakan yang tidak dibenarkan dalam konteks kehidupan sosial berbangsa dan bernegara, karena aksi teror merupakan aksi menebar kekerasan dan kerusuhan yang bisa memecah belah terhadap rasa ketenangan dan kedamaian kehidupan bermasyarakat.

Aksi teror dan kekerasan dimanapun pasti tidak akan mendapatkan tempat, bahkan kekerasan yang mengatasnamakan jalan kebenaran. Agama apapun juga tidak memberikan legitimasi atas aksi kekerasan.

Yang menjadi permasalahan adalah kekeliruan dalam memahami suatu suatu konsep jalan kekerasan, contoh saja memang dalam Islam ada konsep jihad, tetapi pemahaman akan konsep jihad pada zaman dahulu dengan sekarang ini berbeda.

Kalau zaman dahulu Konsep jihad sering diidentikkan dengan berjuang mengangkat senjata dan berperang untuk mengalahkan musuh, dan hal tersebut dijadikan jalan pembenaran dalam menegakkan suatu pemahaman yang dianggap benar.

Tapi pada zaman sekarang ini, konsep jihad harus dimaknai secara lebih luas, tidak harus dipahami dan dimaknai sebagai konsep jalan peperangan atau kekerasan yang memperjuangkan kebenaran di jalan Tuhan dengan mengangkat senjata tetapi berjuang dalam arti memperoleh kemaslahatan ummat yakni menuju kesejahteraan dan kemajuan bersama.

Jihad untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik (sejahtera) jihad untuk mempertahankan hidup yakni melalui bekerja, jihad melawan korupsi, jihad memberantas buta huruf, jihad melawan kebodohan dan jihad memberantas kemiskinan dan jihad melawan ketidakadilan dengan jalan yang makruf (baik).

Pemahaman yang keliru terhadap konsep jihad akan menimbulkan praktek yang salah pula, jalan kekerasan dan teror yang meresahkan orang lain dan membuat orang lain tersakiti jelas tidak dibenarkan sampai kapan pun.

Mencari keselamatan diri sendiri dengan mengambil sebuah keyakinan bahwa pemahaman yang dipegang adalah paling benar dan paling mulia di mata Tuhan. Hal ini bisa dikatakan egoismesentrik dalam berteologi.

Patut disayangkan bila pemahaman seperti itu terus berlanjut dan menjangkiti para generasi penerus bangsa, iming-iming surga dan bidadari surga kadang menjadi senjata ampuh bagi para peneror bom bunuh diri.

Bahkan bisa dikatakan bisa mendatangkan kenikmatan karena memperoleh kehormatan menjadi mati yang syahid karena perjuangan di jalan Tuhan. Semua agama pasti mengutuk terhadap teror dan kekerasan.

Apapun motif dan keinginan dari para pelaku teroris dan kekerasan sudah tentu hal ini tidak harus didiamkan saja, pasti ada seribu satu cara agar tindakan teroris dan kekerasan yang mengatas namakan jalan keselamatan dan nama agama harus segera diselesaikan.

Sesungguhnya ini menjadi tugas kita bersama untuk selalu waspada dan memperhatikan lingkungan di sekitar kita, kalau dari pemerintah bisa diselesaikan dengan jalan administratif dan kependudukan, sedangkan bagi tokoh masyarakat jangan bosan-bosan untuk selalu berdakwah mengajak kepada jalan perdamaian bukan jalan kekerasan.

Semoga para peneror dan penebar aksi kekerasan dibukakan pintu kesadaran bahwa perilaku yang dilakukannya tersebut sebenarnya bukan solusi yang baik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa yang sedang sakit ini. Dan sampai kapan pun tidak ada tempat terhadap aksi teror dan radikalisme bukanlah solusi.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 12, 2012 in Opini

 

Tag: , , ,

One response to “RADIKALISME BUKAN SOLUSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: