RSS

Pengajar Sebagai Fasilitator, Dinamisator dalam Pembelajaran (Menuju Pembelajaran Yang Dinamis)

11 Sep

Pada tulisan ini saya Ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana menjadi seorang tenaga pengajar yang dinamis Inilah beberapa pengalaman mengajar saya ketika mengajarkan mata kuliah kepada mahasiswa.

Saya sering mengatakan kepada mahasiswa ketika kuliah janganlah hanya mengandalkan dosen semata, karena mahasiswa bisa belajar secara mandiri, dosen hanya bisa memberikan 35 % saja, selebihnya 65 % bisa mahasiswa dapatkan dari sumber yang lain, seperti internet, buku-buku bacaan di perpustakaan dan sarana pendukung lainnya. karena dosen bukanlah salah satu sumber belajar yang harus digantungkan terus.

Inilah beberapa strategi pembelajaran yang saya praktekkan. Dalam praktek pembelajaran di kelas, saya hanya mendiskripsikan tentang tujuan dan manfaat dari perkuliahan tadi, selebihnya saya lebih banyak menggunakan Contoh Praktis (Practical Examples) yaitu strategi pembelajaran sebagai upaya mengaitkan antara teori dengan praktek.

Contoh sederhana, ketika saya menyampaikan teori dan konsep tentang mata kuliah microteaching yang dipelajari, maka sekaligus saya mempraktekkan bagaimana cara mengajar yang baik itu, agar mahasiswa bisa memahami tentang apa yang telah saya sampaikan, disamping itu juga saya memberi tugas kepada mahasiswa untuk praktek langsung di depan kelas. Disini saya menggunakan konsep learning to do (belajar untuk melakukan)

Mahasiswa saya bagi menjadi beberapa kelompok, misalkan 1 kelas terdiri dari 40 mahasiswa saya bagi menjadi 10 kelompok maka setiap pertemuan harus ada yang maju 4 orang untuk maju praktek mengajar dan saya kasih waktu 15-20 menit.

Untuk menghindari kebosanan, untuk pertemuan berikutnya saya menggunakan metode Show and Tell (Tunjukan dan Ceritakan) strategi ini dilakukan atas asumsi bahwa jika mahasiswa dapat menjelaskan suatu konsep kepada yang lain maka ia telah memahami konsep tersebut. Strategi ini diawali dengan pembuktian berupa demonstrasi yang dilanjutkan dengan penjelasan akan konsep tersebut.

Disini saya memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat paper sederhana, yang menceritakan tentang pengalaman pribadi mereka ketika mengajar, karena hampir 70 % mahasiswa saya sudah banyak yang mengabdi menjadi Guru Tidak Tetap di madrasah maupun sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta. Tujuanya adalah agar mereka bisa bertukar pengalaman dan ide-ide segar sewaktu mereka menghadapi siswa di lapangan (sekolah) tempat mereka mengajar.

Untuk pertemuan berikutnya saya menggunakan pendekatan Studi Kasus (Case Study) adalah upaya untuk membawa situasi nyata kedalam kelas. Syarat strategi ini adalah kasus yang diangkat adalah kasus real, bukan kasus ilustratif. Karena saya juga pernah menjadi dosen pembimbing lapangan ketika waktu praktek pengajaran di lapangan (PPL) saya sering menyampaikan beberapa kasus atau persoalan yang sering dihadapi oleh seorang guru ketika mengajar di kelas.

Seperti pengelolaan kelas, manajemen waktu, penggunaan strategi belajar yang baik, variasi mengajar yang tidak monoton, menjalin komunikasi dengan siswa secara edukatif, bahkan sampai pada persoalan menghadapi siswa yang bermasalah dalam kelas.

Disamping itu juga saya menggunakan strategi Proyek Terbimbing (Guided Design Project) adalah strategi untuk memperkenalkan pengalaman penerapan suatu konsep atau teori dalam kehidupan nyatanya. Proyek yang diberikan merupakan suatu prototipe aplikasi konsep atau teori, dan untuk itu masih memerlukan semacam panduan dari dosen, baik secara tertulis maupun bimbingan langsung.

Saya tidak melepas mahasiswa untuk belajar mandiri tapi masih tetap saya kontrol saya amati, agar pembelajaran tidak keluar dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Strategi belajar selanjutnya adalah Teknik Diagram Alur (Flowchart Technique) mirip dengan mind map untuk memperkenalkan atau memperdalam logika atau sistematika suatu konsep atau mengorganisasikan suatu pemikiran mahasiswa terhadap suatu konsep tertentu secara sistematis dan terorgaisir dengan logis.

Ini saya sampaikan ketika mahasiswa berusaha menerangkan materi kepada siswa ketika nanti terjun ke lapangan, tidak usah muluk-muluk yang penting konsep yang diusung mahasiswa tadi bisa terorganisir dengan baik bisa dipahami oleh siswa.

Diakhir pembelajaran saya sering menggunakan strategi Curah Pendapat (Brainstorming) tujuannya untuk meningkatkan partisipasi dan kreatifitas ide. Mahasiswa saya ajak untuk bertukar fikiran, berkaitan dengan persoalan-persoalan yang sulit atau membutuhkan pemecahan bersama. Sehingga suasana kelas lebih hidup. Menggunakan pendekatan personal kepada setiap mahasiswa agar tidak takut dan canggung untuk menjadi guru.

Disamping strategi diatas kadang saya sisipkan Software Pembelajaran; pada saat tertentu, software pembelajaran tertentu yang memungkinkan mahasiswa belajar secara mandiri atau meningkatkan efisiensi pembelajaran mereka bisa mengamati aktivitas pembelajaran mereka meski hanya melalui pendapat teman sejawat.

Pada penutup kuliah saya sering membagikan Lembar Umpan Balik; ini merupakan upaya untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui perolehan feedback dari mahasiswa sejauh mana pendapat mereka setelah mengikuti perkuliahan yang saya ajarkan, kalau memang masih perlu ada kritikan saya memberikan ruang bebas bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan kritikan mereka terhadap apa yang telah saya ajarkan.

Demikan pengalaman pribadi saya saat mengajar matakuliah, semoga bisa memberikan inspirasi bagi sesama, saya hanya ingin berbagi informasi dan sharing kepada temen-temen lain yang berada di luar sana untuk inovasi pembelajaran yang lebih baik lagi dalam pendidikan, terutama meningkatkan mutu bagi para calon pendidik agar bisa menciptakan pendidikan yang berkualitas di masa yang akan datang. semoga

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2012 in Pendidikan

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: