RSS

Satu Tuhan Banyak Nama (bag.I)

25 Jun

Berbicara persoalan Tuhan akan menjadi sangat sensitif dalam dataran teologis bila belum jelas memahami akan makna dan subtansinya, bahkan cenderung akan mengagungkan kebenaran pribadi atas dasar dan argumen yang diutarakannya. oleh sebab itu diperlukan sebuah disiplin ilmu yang tepat bila mengkajianya.

Dalam filsafat perennial, berbeda dari filsafat rasionalisme murni, kepercayaan, pengetahuan, dan kecintaan terhadap Tuhan merupakan fondasi bagi pengembangan epistemologinya. bermula dari komitmen imani untuk menjawab sapaan kasih Tuhan, filsafat perennial melangkah pada tahapan praktis untuk melayani manusia sebagai sesama hamba Tuhan. Jadi, benih iman yang telah tertanam pada setiap kalbu agar tumbuh subur maka diperlukan siraman berupa pengetahuan, suasana yang memungkinkan untuk merasakan keintiman dengan Tuhan (dzikir dan doa) dan juga interaksi sosial. dengan ungkapan lain, perjalanan iman itu bermula dari pemahaman dan keyakinan terhadap objek yang maha abstrak lalu bergerak ke muara kehidupan konkrit berupa amal kebajikan, dan pada akhirnya perjalanan itu menerobos batas duniawi yang empiris memasuki hidup di seberang sana yang meta-empiris.

Karena pengetahuan dan keimanan pada Tuhan merupakan titik awal dan titik akhir (alpha-omega), maka ada beberapa persoalan fundamental yang muncul dan menggelitik pikiran kita. seberapa jauhkan manusia bisa mengenal Tuhan secara benar? atau, bisakah Tuhan yang absolute dikenali oleh manusia yang relatif dan serba terbatas ini? bisakah manusia dalam menyembah Tuhan terbebaskan dari konsep “ konsep Tuhan” yang ia bangun dalam benaknya sendiri? adakah dengan banyaknya nama Tuhan berarti secara ontologism juga terdapat banyak Tuhan? adakah kesamaan antara Tuhan yang dipuja oleh orang yang beragama Yahudi, Kristen, Islam dan pemeluk agama-agama lain?

demikianlah pertanyaan-pertanyaan penting diatas masih bisa diperpanjang. Maka tulisan yang akan datang akan kita bahas persoalan “nama” Tuhan dan bagaimana kita melihat pluralitas nama Tuhan yang dikenal dalam berbagai tradisi pemikiran keagamaan. To be continue.. Wallahu ‘alam bi ashawab

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 25, 2012 in Opini

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: