RSS

Agamamu, Agamaku, Agama Kita Semua

04 Mei

Dalam perspektif agama orang yang beragama memiliki kebebasan hak untuk menentukan, memilih dan memilah agama yang dianutnya. Agama merupakan hak priogatif tiap individu, dalam beragama kadang orang berlandaskan kepada keyakinan.

Keyakinan untuk memeluk agama yang dipercayai bisa memberikan keselamatan bagi dirinya sendiri maupun keselamatan bagi orang lain.  Tidak sepatutnya orang yang beragama selalu menyalahkan terhadap agama yang lain bahkan membuat klaim kebenaran sekaligus memaksakan kehendak kepada orang lain untuk memeluk agama yang dianutnya

Hal itu bisa menyebabkan perseturuan dan perpecahan dalam umat beragama, seperti yang dikatakan oleh Gus Mus (Mustofa Bisri) orang yang beragama itu ibarat sebuah perkawinan, kecintaan istri kepada suami atau sebaliknya kecintaan suami kepada istri. Seorang suami yang cinta kepada istri meski ada yang mengatakan bahwa istrinya itu jelek pasti si suami tersebut akan membela mati-matian bahwa istrinya tersebut adalah paling cantik.

Kalau kita mengakaji secara mendalam di dalam Al Qur’an surat al kafirun sudah disebutkan bahwa “lakum dinukum waliyadin” bagiku agamaku bagaimu agamamu. Itu sudah jelas di ayat lain juga dijelaskan bahwa “la ikraha fiddin” tidak ada paksaan dalam urusan agama. Orang bebas memilih dan menentukan sendiri apa yang menjadi kehendaknya.

Akan menjadi persoalan besar bila ada orang atau suatu kaum yang memaksakan kehendak untuk memeluk suatu agama. Hal itu akan menjadi tidak sehat karena akibat dari pemaksaan yang dilakukan oleh orang tersebut terhadap orang lain. Tidak adanya kebebasan keyakinan menjadikan agamanya sebagai penyelamat dan pembenar yang sebenarnya sehingga munculllah istilah “truth claim salvation” (klaim pembenaran terhadap keselamatan)

Kita tahu benar apa yang menjadi Tugas kita dimuka bumi ini yakni sebagai khalifah (pengatur, pemimpin) di muka bumi ini, maka tidak dibenarkan bila definisi khalifah disini selalu diangkat dengan pembenaran pribadi, pembenaran sepihak.

Setiap orang berhak dan bebas mengatur urusan pribadi mereka masing-masing terlebih lagi dalam urusan private (pribadi) yakni agama. Tuhan telah memberikan konsep yang luar biasa berkaitan dengan kekebasan seorang manusia sebagai khalifah. Tuhan pun juga punya hak untuk menentukan kebebasan itu.

Layak dan sepantasnyalah bila kebebasan itu digunakan dengan sepenuhnya, yang terpeting manusia tahu dan sadar akan tujuan hidupnya di dunia ini. Selamat memeluk agama masing-masing mari hindari perpecahan dan disintegrasi umat beragama. Ciptakanlah kerukunan dalam beragama karena bagimu agamamu bagiku agamaku dan bagi kita agama kita.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 4, 2012 in Kajian Islam

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: