RSS

Menimbang Kualitas PTS Di Daerah

30 Apr

Tampilnya lulusan pendidikan tinggi yang memiliki keterampilan khusus menjadi tantangan bagi Perguruan Tinggi di era saat ini.  Disamping itu tuntutan aktualisasi  keunggulan lulusan secara optimal merupakan persoalan yang perlu di cari pemecahannya

Sebenarnya mencari Perguruan Tinggi yang memiliki mutu dan akreditasi memang tidak sulit, Paradigma baru dalam pendidikan tinggi yang menjadi tuntutan saat ini adalah mencakup kualitas,  serta terserapnya lulusan pada dunia kerja yang memiliki kecakapan dan keterampilan

Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) yakni pendidikan tidak hanya sekedar mendidik menjadi cerdas, tetapi juga menjadi lulusan tenaga siap pakai di pasar kerja yang cakap, trampil dan berkompeten. (UUSPN:2003)

Bila dilihat secara kuantitatif, lulusan Perguruan Tinggi dalam dekade sekarang ini cukup menggembirakan. Tapi Laju peningkatan lulusan Perguruan Tinggi yang tidak diimbangi dengan kesempatan kerja atau keengganan bekerja dari para lulusan di luar sektor Pemerintahan, telah menimbulkan suatu paradoks: semakin membesarnya gejala educated unemployment (pengangguran yang berpendidikan) dan tidak terserap oleh kebutuhan kerja

persoalan pengangguran sarjana yang terjadi akhir-akhir ini, sebenarnya tidak terlepas dari menjamurnya jumlah PTS, khususnya PTS yang muncul di daerah-daerah yang mutu lulusannya tidak sesuai dengan kualifikasi kebutuhan akan tenaga profesional dan akademis untuk pembangunan di berbagai bidang

Ini dilatarbelakangi oleh kurang pekanya PTS di daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan yang ada di masyarakat. Disamping itu juga kurangnya pembekalan dari lulusan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

Perguruan tinggi swasta harus berusaha keras untuk memperbaiki lulusan baik dari segi akademik serta memberikan pendidikan life-skiil.

Perbaiki Kualitas

Perguruan Tinggi ditantang untuk mampu meningkatkan mutu lulusannya. Agar lulusan pendidikan tinggi dapat menjamin secara maksimal kebutuhan kerja, maka perlu relevansi program-program yang diselenggarakannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat

Secara umum tujuan dari pendidikan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi, ini masih harus diterjemahkan lagi dalam tataran strategis/taktis. kata mencerdaskan kehidupan bangsa mempunyai 3 komponen arti yang sangat penting

Pertama cerdas. Cerdas itu berarti memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan real

Cerdas bukan berarti hapal seluruh mata pelajaran, tapi kemudian terbengong-bengong saat harus menciptakan solusi bagi kehidupan nyata. Cerdas bermakna kreatif dan inovatif. Cerdas berarti siap mengaplikasikan ilmunya

Kedua, kehidupan yang layak, Hidup itu adalah rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ujian dari-Nya. Hidup itu memiliki filosofi untuk menghargai kehidupan dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk kehidupan itu sendiri

Filosofi hidup ini sangat sarat akan makna individualisme yang artinya mengangkat kehidupan seseorang, memanusiakan seorang manusia, memberikannya makanan kehidupan berupa semangat, nilai moral dan tujuan hidup

Ketiga, kehidupan berbangsa, manusia selain sesosok individu juga makhluk sosial. Dia adalah komponen penting dari suatu organisme masyarakat. pendidikan mengajarkan agar manusia dapat menyumbangkan apa dimiliki untuk diberikan kepada masyarakat

Setiap individu punya kewajiban untuk menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat, berusaha meningkatkan derajat kemuliaan masyarakat sekitarnya, dan juga berperan aktif dalam dinamika masyarakat. Peran aktif kita dituntut untuk masyarakat sekitar yang tidak lain adalah individu sebangsa

Program pendidikan tinggi membutuhkan biaya yang cukup besar; oleh karena itu manajemennya harus efisien dan efektif. Untuk itu di lingkungan perguruan tinggi perlu dikembangkan asas untuk membuat sistem manajemen yang dinamis disertai akuntabilitas yang tinggi

Penerapan asas otonomi dalam Pendidikan Tinggi merupakan perubahan dari pola manajemen terpusat ke arah pola pengambilan keputusan tiap daerah. Dengan sistem ini diharapkan manajemen Perguruan Tinggi akan berjalan lebih dinamis, efisien dan efektif

Peningkatan mutu pendidikan bagi lulusan Perguruan Tinggi adalah mulai dari faktor intern dan ekstern. Faktor  intern adanya ialah adanya peningkatan mutu akademik PT adanya pendidikan lift skill dan soft skill bagi mahasiswa agar siap terjun kedua kerja setelah mereka lulus dari PT

Selanjutnya yakni melakukan penjaringan yang lebih ketat lagi bila masuk Perguruan Tinggi, dengan adanya penjaringan tersebut diharapkan akan terjaring mahasiswa yang memiliki kapabilitas dan mutu yang dapat diandalkan sehingga out put yang dihasilkan sudah pasti marketable dan siap menghadapi tantangan dan kompetisi di pasaran dunia kerja

Faktor ekstern ialah menjalin kerjasama dengan pihak luar yakni menciptakan jaminan kwalitas output / lulusan dari PT tersebut memang layak dan siap pakai. Dan yang diharapkan dari lulusan Perguruan tinggi dimasa-masa mendatang lebih berkualitas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in Opini

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: