RSS

Konversi Agama Ke Media Televisi

19 Apr

“Memang aku dahaga. Dahaga akan segala pengaruh. Karena itu kubuka bajuku, kusajikan tubuhku yang telanjang agar setiap bagian dari tubuhku berkesempatan memandang alam luas dan memperoleh bombardemen dari segala penjuru. Permainan yang tak akan pernah selesai ini sangat mengasyikan.(Catatan Ahmad Wahib 6 Oktober 1969)”

Perkembangan teknologi yang diikuti merosotnya Spirit Of Islam dan bergesernya paradigma berpikir dan gaya hidup bagi umat agama Islam khususnya dan umat beragama dunia pada umumnya, sebenarnya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Artinya merosot atau tidak, tergantung manusia dalam memilih media kehidupan, dalam aktualisasi teknologi itu sendiri. Sebagai contoh media yang sangat signifikan dalam berbagai hal baik komunikasi dan informasi, adalah televisi.

Menurut George Gerbner, pakar komunikasi dan peneliti Televisi dari AS, menyebutkan bahwa telivisi telah dianggap sebagai agama masyarakat industry. Dimana televisi menggeser agama-agama konvensional. Khutbahnya dapat di dengar dan disaksikan oleh jamaah yang lebih besar di seluruh dunia, dari pada agama manapun. Ritus-ritusnya berada diseluruh pelosok bumi dan boleh jadi lebih menggetarkan hati dan mempengaruhi bawah sadar manusia daripada agama-agama yang pernah ada.

Dunia sekarang konon berubah banyak karena salah satu tenaga modern yang perkasa, yaitu produktivitas. Sebuah iklan dapat merubah gaya hidup personal, dalam sebuah ritus agama tidak lepas dari yang namanya khutbah dan dakwah, begitu juga televisi tidak lepas dari namanya iklan. Itu semua mengajak dan membimbing kita pada sebuah perubahan personal yang signifikan dari mulai perilaku individu hingga memasyarakat. Hal ini berpengaruh pada perkembangan teknologi dan etika agamis khususnya di Negara kita yang berasas pancasila.

Televisi “Konsumsi” Sehari-Hari

Sadar atau tidak, melihat realitas sekarang ini, yang namanya siswa, pelajar dan mahasiswa, guru dan dosen, Doktor serta Professor pun tidak lepas dari belajar yang diaplikasikan dengan membaca buku, menulis dan nonton televisi sebagai hiburan. Dari itu semua, pasti ada yang mendominasi, tentunya yang memiliki subtansi sains dan religius yang tinggi serta entertainment, terlebih dengan adanya motif-motif yang menggiurkan. Sehingga kebanyakan bagi kita yang lupa akan tugas dan kewajiban semakin lama bertambah asyik dan tergiur menonton televisi daripada ritual belajar yang membosankan. Hal ini menjadi produktivitas siswa, guru, mahasiswa dan professor dalam aktivitas akademiknya menjadi berkurang dan kadang-kadang menjadi apriori terhadap tugas atau kegiatannya, sehingga akan merusak atau menghambat intelegensi dan kreativitas sebagai seorang siswa, guru, mahasiswa dan professor.

Konversi Agama ke Televisi

Sebagai kalangan yang mampu memilih, memilah dan menyeleksi terhadap tanyangan televisi Maka tugas kita semakin berat, dan seharusnya kita tetap bertanya mengapa diri kita stagnan dan lambat berkembang dalam mengembangkan intelegensi. Itu diperlukan kerja keras yang ditempuh tidak hanya di bangku sekolah, perkuliahan saja melainkan diluar sekolah dan bangku kuliah. Dan kita harus menyikapi media informasi teknologi modern itu lebih dari agama yang kita anut. Maka doktrin apa saja dipublikasikan oleh iklan-iklan televisi itu, jika kita cermati dengan seksama maksud dan tujuannya sama dengan doktrin-doktrin yang dipublikasikan oleh suatu agama.

Adanya konversi antara agama dan televisi itu menurut sebagian orang yang sudah melakukan riset di Negara-negara berkembang juga Negara-negara maju. Hal itu tidak lepas dari Psychological Science of Religion, seorang harus sedikitnya mengetahui indikator-indikator dalam jurnal tersebut. Sehingga dapat mengambil doktrin mana yang cocok baik doktirn agama maupun doktrin televisi dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sebagai seorang yang paham dengan teknologi dan mampu memilih dan memilahnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 19, 2012 in Opini

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: