RSS

Menanamkan Pendidikan Multikultural dan Toleransi Dalam Wadah Pembelajaran

“Pada saat ini terlihat bahwa seluruh sikap-sikap mental mengalami degradasi di Indonesia, termasuk sikap mental bertanggung jawab. Beberapa orang yang pada mulanya kelihatan sangat potent untuk berwatak penuh tanggung jawab, ternyata menjadi pelempar tanggung jawab. Ada suatu bahaya bahwa masyarakat Indonesia akan menjadi society of responsibility shifters. Karena itu dari kalangan anak-anak muda di samping orang-orang tua, harus tampil beberapa orang yang berani melawan arus ini dan menegakkan suatu masyarakat yang bertanggung jawab. (catatan Ahmad Wahib 20 Pebruari 1970)”

***

Indonesia adalah Negara multikultural yang memiliki adat istiadat, etnis dan  budaya yang beraneka ragam. Indonesia juga bisa disebut sebagai Negara pluralis, Salah satu bagian penting dari tata kehidupan yang pularis yakni ditandai kemajemukan agama, budaya, dan etnis tersebut.

Menyadari bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari beberapa pemeluk agama dan  banyak suku, yang sangat beraneka ragam. Maka, pencarian bentuk pendidikan alternatif mutlak diperlukan. Yaitu suatu bentuk pendidikan yang berusaha menjaga kebudayaan suatu masyarakat dan memindahkanya kepada generasi berikutnya, menumbuhkan akan tata nilai, memupuk persahabatan antara siswa yang beraneka ragam suku, ras, dan agama, mengembangkan sikap saling memahami, serta mengerjakan keterbukaan dan dialog.

Bentuk pendidikan seperti inilah yang banyak ditawarkan oleh “banyak ahli” dalam rangka mengantisipasi konflik keagamaan dan menuju perdamaian abadi, yang kemudian terkenal dengan sebutan “pendidikan toleransi”.

tujuannya, pendidikan dianggap sebagai instrumen penting dalam penanaman nilai toleran. Sebab, “pendidikan” sampai sekarang masih diyakini mempunyai peran besar dalam membentuk karakter setiap individu yang dididiknya dan mampu menjadi “guiding light” bagi generasi muda, terlebih melalui pendidikan agama.

Dalam konteks inilah, pendidikan agama sebagai media penyadaran umat perlu membangun teologi inklusif dan toleran, demi harmonisasi agama-agama yang menjadi kebutuhan masyarakat agama.

Peran dan fungsi pendidikan toleransi agama diantaranya adalah untuk meningkatkan toleransi dalam keberagamaan peserta didik dengan keyakinan agama sendiri, dan memberikan kemungkinan keterbukaan untuk mempelajari dan mempermasalahkan agama lain sebatas untuk menumbuhkan sikap toleransi.

Mengutip pernyatan yang telah disampaikan oleh Alex R. Rodger (1982: 61) bahwa “pendidikan agama merupakan bagian integral dari pendidikan pada umumnya dan berfungsi untuk membantu perkembangan paham toleransi, memberikan pengertian yang dibutuhkan bagi orang-orang yang berbeda iman, sekaligus juga untuk memperkuat ortodoksi keimanan bagi mereka”. Artinya pendidikan agama adalah sebagai wahana untuk mengekplorasi sifat dasar keyakinan agama di dalam proses pendidikan dan secara khusus mempertanyakan adanya bagian dari pendidikan keimanan dalam masyarakat.

Organisasi sekolah dan atmosfirnya diharapkan mampu mewujudkan jalan menuju kehidupan secara personal dan sosial. Sekolah dapat menjadi cerminan dapat mempraktekkan sesuatu yang telah diajarkanya. Dengan demikian, lingkungan sekolah tersebut dapat dijadikan percontohan oleh murid-murid untuk learning by doing. Dengan penanaman nilai pendidikan multikultral dan toleransi di dalam sekolah, peserta didik dapat mempelajari adanya kurikulum-kurikulum umum di dalam kelas-kelas heterogen.

Hal ini diperlukan guna mendorong adanya persamaan ideal, membangun perasaan persamaan, dan memastikan adanya input dari peserta didik yang memiliki latar belakang berbeda. Melalui sistem pendidikan multikultural dan toleransi akan berusaha memelihara dan berupaya menumbuhkan pemahaman yang inklusif pada peserta didik. Dengan  suatu orientasi untuk memberikan penyadaran terhadap para siswa akan pentingnya saling menghargai, menghormati dan bekerja sama dengan agama-agama lain.

Urgensi Pendidikan Multikultural dan Toleransi Dalam Wadah Pembelajaran

Pendidikan multikultural memiliki nilai strategis dalam pendidikan nasional. Tanpa pendidikan yang difokuskan pada pengembangan perspektif multikultural dalam kehidupan adalah tidak mungkin untuk menciptakan keberadaan aneka ragam budaya di masa depan dalam masyarakat Indonesia.

Pentingya pendidikan multikultural ini diakarenakan, Pertama, Agama, suku bangsa dan tradisi, secara aktual merupakan ikatan yang terpenting dalam kehidupan  siswa Indonesia sebagai suatu bangsa. Bagaimanapun juga hal itu akan menjadi perusak kekuatan masyarakat yang harmonis ketika hal itu digunakan sebagai senjata politik atau fasilitas individu-individu atau kelompok ekonomi. Di dalam kasus ini, agama terkait pada etnis atau tradisi kehidupan dari sebuah masyarakat.

Masing-masing individu telah menggunakan prinsip agama untuk menuntun dirinya dalam kehidupan di masyarakat, tetapi tidak berbagi pengertian dari keyakinan agamanya pada pihak lain. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui pendidikan multikultural untuk mencapai tujuan dan prinsip siswa dalam menghargai agama.

Kedua, Kepercayaan merupakan unsur yang penting dalam kehidupan bersama. Dalam masyarakat yang plural selalu memikirkan resiko terhadap berbagai perbedaan. Munculnya resiko dari kecurigaan/ketakutan atau ketidakpercayaan terhadap yang lain dapat juga timbul ketika tidak ada komunikasi di dalam masyarakat/plural.

Ketiga, Toleransi, merupakan bentuk tertinggi, bahwa kita dapat mencapai keyakinan. Toleransi dapat menjadi kenyataan ketika kita mengasumsikan adanya perbedaan. Keyakinan adalah sesuatu yang dapat diubah. Sehingga dalam toleransi, tidak harus selalu mempertahankan keyakinannya. Untuk mencapai tujuan sebagai manusia Indonesia yang demokratis dan dapat hidup di Indonesia diperlukan pendidikan multikultural.

Pendekatan dalam pendidikan multikultural dan toleran yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang berbeda secara kultural mengarahkan atau mendorong siswa memiliki perasaan positif, mengembangkan konsep diri, mengembangkan toleransi dan mau menerima orang lain. Guru berupaya menciptakan arena belajar dalam satu kelompok budaya.

Pendidikan multikultural dilakukan sebagai upaya mendorong persamaan struktur sosial dan toleransi kultural dengan pemerataan kekuasaan antar kelompok. Pendidikan multikultural sekaligus sebagai upaya rekontruksi sosial agar terjadi persamaan struktur sosial dan toleransi kultural dengan tujuan menyiapkan agar setiap siswa aktif mengusahakan persamaan struktur sosial.

Pendidikan multikultural menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya di lingkup sekolah tapi juga dirumah dan lingkungan sosial dengan menanamkan dalam benak pikiran siswa dan anak-anak kita, bahwa perbedaan merupakan sunnatullah yang harus dijalani, semua sudah ada yang mengatur, maka, tidak selayaknya kita lari dari tanggungjawab. Mari memupuk dan kembangkan pendidikan multikultural dan toleransi dalam wadah pembelajaran.

 

One response to “Menanamkan Pendidikan Multikultural dan Toleransi Dalam Wadah Pembelajaran

  1. joe

    November 21, 2012 at 10:30 pm

    izin copas

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: